Profil Guru
stevany angelia
,
Guru Pertama
Artikel Inspiratif
Dr. James Comer: Membangun sekolah inklusif melalui pendekatan komunitas.
Dr. James Comer: Membangun sekolah inklusif melalui pendekatan komunitas Dr. James P. Comer, seorang psikiater anak terkemuka dan profesor di Yale Child Study Center, adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam reformasi pendidikan Amerika. Pada saat sistem pendidikan sering kali berfokus pada kurikulum kaku dan penilaian standar, Comer mengusulkan sebuah...
Baca SelengkapnyaKonsumsi protein di setiap waktu makan.
Konsumsi Protein di Setiap Waktu Makan: Kunci Kesehatan dan Kebugaran Optimal Protein adalah salah satu makronutrien esensial yang memainkan peran krusial dalam hampir setiap fungsi tubuh. Dari membangun dan memperbaiki jaringan, memproduksi enzim dan hormon, hingga mendukung sistem kekebalan tubuh, protein adalah fondasi kehidupan. Namun, seringkali konsumsi protein kita tidak...
Baca SelengkapnyaKurikulum Sekolah: Bekal atau Beban?
Kurikulum Sekolah: Bekal atau Beban? Dunia pendidikan adalah pilar utama pembentukan generasi masa depan. Di jantung sistem pendidikan, terhampar sebuah rancang bangun bernama kurikulum. Ia adalah peta jalan yang menuntun proses belajar mengajar, menentukan apa yang harus dipelajari, bagaimana itu dipelajari, dan mengapa itu penting. Namun, dalam praktiknya, kurikulum seringkali...
Baca SelengkapnyaPaulo Freire: Pendidikan kaum tertindas lewat Pendidikan Kaum Tertindas.
Paulo Freire: Pendidikan Kaum Tertindas Lewat Pendidikan Kaum Tertindas Dalam sejarah pemikiran pedagogi, hanya sedikit nama yang memiliki resonansi dan dampak mendalam seperti Paulo Freire. Filsuf pendidikan asal Brasil ini dikenal luas melalui karyanya yang monumental, Pedagogi Kaum Tertindas (Pedagogy of the Oppressed), sebuah teks yang bukan hanya mengkritisi struktur...
Baca SelengkapnyaBagaimana Guru Bisa Menggunakan Why? Sebanyak 5 Kali untuk Menyelami Akar Pemikiran Siswa untuk Pembelajaran Mendalam
Dalam lanskap pendidikan modern, tantangan terbesar bagi guru bukan lagi sekadar menyampaikan informasi, melainkan memastikan siswa benar-benar memahami, menginternalisasi, dan mampu menerapkan pengetahuan tersebut. Seringkali, jawaban siswa yang dangkal atau kesalahan berulang mengindikasikan adanya celah dalam pemahaman inti yang tidak terlihat di permukaan. Di sinilah kekuatan pertanyaan "Mengapa?" menjadi sangat...
Baca Selengkapnya