MODUL AJAR : AGRIBISNIS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA - Panen dan Penanganan Pascapanen Tanaman Pangan dan Hortikultura
Tingkat: SMK/MAK
Kelas: 12
Topik : Panen dan Penanganan Pascapanen Tanaman Pangan dan Hortikultura
Penyusun:
Ardini Muhammad, SP
Tanggal Dibuat: 10 Sep 2026
Profil Lulusan
- Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa: Peserta didik menghargai ciptaan Tuhan melalui praktik pertanian yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
- Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis permasalahan dalam proses panen dan pascapanen, serta mencari solusi yang efektif.
- Kreativitas: Peserta didik mengembangkan ide-ide inovatif dalam penanganan hasil panen, termasuk penggunaan alat modern dan desain kemasan.
- Kolaborasi: Peserta didik bekerja sama dalam tim untuk menyelesaikan proyek panen dan pascapanen, berbagi tugas dan tanggung jawab.
Sarana dan Prasarana
- Ruang Kelas: Dilengkapi proyektor, papan tulis, dan akses internet.
- Lahan Praktik/Kebun Percobaan: Area penanaman komoditas tanaman pangan dan hortikultura untuk kegiatan panen.
- Gudang Penyimpanan/Unit Penanganan Pascapanen: Ruangan khusus untuk kegiatan sortasi, grading, packing, dan labelling.
- Alat Tulis dan Bahan Ajar: Buku teks, modul, lembar kerja, alat tulis.
- Alat Panen: Sabit, gunting pangkas, keranjang, wadah penampungan, alat pelindung diri (APD).
- Alat Penanganan Pascapanen: Meja sortasi, timbangan, alat ukur mutu (misal: refraktometer untuk buah), mesin sortasi dan grading sederhana (jika tersedia), bahan kemasan (plastik, kardus, jaring), label, printer label.
- Komputer/Laptop: Untuk mencari informasi, membuat laporan, dan desain label.
Target Peserta Didik
Modul ajar ini dirancang untuk peserta didik SMK/MAK Kelas 12 Program Keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura. Peserta didik diharapkan memiliki minat dalam praktik pertanian dan penanganan hasil pascapanen. Mereka akan dibimbing untuk mengembangkan keterampilan praktis, analitis, dan kreatif dalam konteks agribisnis, dengan fokus pada pemahaman mendalam (Deep Learning) dan penerapan melalui proyek nyata (Project-Based Learning). Peserta didik dengan kesulitan belajar akan mendapatkan pendampingan lebih intensif, sedangkan peserta didik dengan kemampuan lebih akan diberikan tantangan tambahan melalui proyek-proyek yang lebih kompleks atau peran kepemimpinan dalam kelompok.
Model Pembelajaran
Berbasis Proyek (Project-Based Learning)
Silahkan login untuk membaca Modul Ajar Agribisnis Tanaman Pangan Dan Hortikultura - Panen dan Penanganan Pascapanen Tanaman Pangan dan Hortikultura selengkapnya
Login
Masuk dengan belajar.id