MODUL AJAR TEKNIK PEMESINAN
Tingkat: SMK/MAK
Kelas: 11
Penyusun:
Irwan Firmansyah
Tanggal Dibuat: 23 Aug 2025
Profil Lulusan
- Keimanan dan Ketakwaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa: Peserta didik diharapkan memiliki sikap religius dan etika kerja yang baik dalam setiap tindakan.
- Kewargaan: Peserta didik diharapkan memiliki rasa tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap lingkungan kerja dan masyarakat.
- Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis masalah, mengevaluasi informasi, dan mengambil keputusan yang logis dalam konteks teknik pemesinan.
- Kreativitas: Peserta didik mampu mengembangkan ide-ide baru dan solusi inovatif untuk tantangan teknis.
- Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama dalam tim, berkomunikasi secara efektif, dan menghargai perbedaan pendapat.
- Kemandirian: Peserta didik mampu bekerja secara mandiri, mengatur waktu, dan bertanggung jawab atas tugas-tugasnya.
- Kesehatan: Peserta didik memahami pentingnya kesehatan dan keselamatan kerja dalam menjalankan tugas-tugas teknis.
- Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan informasi teknis dengan jelas dan efektif, baik secara lisan maupun tulisan.
Sarana dan Prasarana
- Ruang Kelas: Dilengkapi dengan papan tulis/whiteboard, spidol, proyektor, dan jaringan internet.
- Komputer/Laptop: Dilengkapi dengan software simulator NC/CNC (misalnya, Fanuc Simulator, Mach3 Simulator, Fusion 360, dll.).
- Modul Ajar Digital/Cetak: Sebagai panduan belajar mandiri peserta didik.
- Alat Tulis: Untuk mencatat dan mengerjakan lembar kerja.
- Bengkel/Laboratorium Pemesinan (untuk pertemuan selanjutnya): Mesin NC/CNC, perkakas potong, benda kerja, dan alat ukur yang relevan.
Target Peserta Didik
Peserta didik kelas 11 SMK/MAK program keahlian Teknik Pemesinan.
- Kategori: Peserta didik reguler/tipikal.
- Jumlah: 30-35 peserta didik per kelas.
- Kemampuan Awal: Peserta didik diharapkan sudah memiliki pemahaman dasar tentang teknik pemesinan konvensional dan membaca gambar teknik.
- Gaya Belajar: Disesuaikan untuk mengakomodasi gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik melalui kombinasi presentasi, diskusi, dan latihan praktis (simulasi/sketsa).
Model Pembelajaran
Berbasis Proyek (Project-Based Learning)