MODUL AJAR : TEKNIK SEPEDA MOTOR - Identifikasi Potensi Bahaya Fisik di Bengkel Sepeda Motor

Tingkat: SMK/MAK

Kelas: 11

Topik : Identifikasi Potensi Bahaya Fisik di Bengkel Sepeda Motor

Penyusun: FLORENSCE SUMARAUW FLORENSCE SUMARAUW

Tanggal Dibuat: 10 Mar 2026


Profil Lulusan

Lulusan dari program Teknik Sepeda Motor diharapkan memiliki profil yang komprehensif, mencakup aspek spiritual, sosial, dan kognitif-praktis. Mereka akan menjadi individu yang:

  • Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa: Mampu mengaplikasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari dan praktik kerja, memiliki integritas, serta menghormati sesama.
  • Berkewargaan Global: Menunjukkan sikap peduli terhadap lingkungan dan masyarakat, serta memahami peran dan tanggung jawabnya sebagai warga negara yang baik.
  • Bernalar Kritis: Mampu menganalisis informasi, mengidentifikasi masalah, dan menemukan solusi yang efektif dalam konteks bengkel sepeda motor, termasuk dalam pengambilan keputusan terkait K3LH.
  • Kreatif: Mengembangkan ide-ide baru dan inovatif dalam pemecahan masalah teknis, desain, dan pengelolaan bengkel.
  • Berkolaborasi: Mampu bekerja sama dalam tim, menghargai perbedaan pendapat, dan berkontribusi aktif dalam mencapai tujuan bersama.
  • Mandiri: Memiliki inisiatif, bertanggung jawab atas pembelajaran dan pekerjaannya, serta mampu mengembangkan diri secara berkelanjutan.
  • Menjaga Kesehatan: Memahami pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan diri serta orang lain di lingkungan kerja, termasuk penerapan prinsip K3LH secara konsisten.
  • Berkomunikasi Efektif: Mampu menyampaikan informasi teknis dan non-teknis dengan jelas, baik lisan maupun tulisan, kepada rekan kerja, atasan, dan pelanggan.

Secara khusus, lulusan akan memiliki kompetensi dalam pengelolaan bengkel sepeda motor, termasuk pemahaman dan penerapan K3LH yang kuat, manajemen operasional, hingga dasar-dasar kewirausahaan.

Sarana dan Prasarana

Untuk mendukung kegiatan pembelajaran modul ajar ini, khususnya pada topik identifikasi potensi bahaya di bengkel sepeda motor, sarana dan prasarana berikut sangat penting:

  • Ruang Kelas:
    • Meja dan kursi yang memadai.
    • Papan tulis/Whiteboard dan spidol.
    • Proyektor dan layar untuk presentasi.
    • Jaringan internet untuk akses informasi.
  • Bengkel Sepeda Motor (Sebagai Lingkungan Praktik):
    • Unit sepeda motor berbagai jenis.
    • Alat-alat tangan dan peralatan khusus bengkel (kunci-kunci, dongkrak, kompresor, alat ukur).
    • Alat Pelindung Diri (APD) standar (helm, sarung tangan, kacamata pengaman, sepatu keselamatan, masker).
    • Sistem penerangan yang memadai.
    • Sistem ventilasi yang baik.
    • Lantai kerja yang bersih dan tidak licin.
    • Area penyimpanan limbah (termasuk B3) yang terpisah dan sesuai standar.
    • Kotak P3K dan alat pemadam api ringan (APAR) yang mudah diakses.
    • Rambu-rambu K3LH (peringatan, larangan, anjuran).
  • Alat Peraga dan Media Pembelajaran:
    • Poster/Infografis K3LH.
    • Video tutorial atau simulasi identifikasi bahaya.
    • Contoh limbah bengkel (oli bekas, kain majun, aki bekas).
    • Lembar kerja observasi potensi bahaya.
  • Perangkat Lunak/Digital:
    • Komputer/Laptop untuk mengakses materi digital dan membuat laporan.
    • Aplikasi penilaian risiko (jika ada).

Target Peserta Didik

Modul ajar ini ditujukan untuk peserta didik kelas 11 program keahlian Teknik Sepeda Motor di SMK/MAK.

  • Karakteristik Umum: Peserta didik dengan kemampuan belajar umum yang tidak mengalami kesulitan dalam memahami materi ajar, serta memiliki motivasi dan minat terhadap bidang otomotif, khususnya sepeda motor.
  • Jumlah Peserta Didik: Idealnya, jumlah peserta didik dalam satu kelas adalah 20-36 orang.
  • Kesiapan Belajar: Peserta didik diharapkan telah memiliki dasar pengetahuan tentang komponen dasar sepeda motor dan telah familiar dengan lingkungan bengkel, meskipun belum mendalami aspek K3LH dan manajemen secara spesifik. Mereka juga diharapkan memiliki kemampuan dasar membaca, menulis, dan berdiskusi.
  • Kebutuhan Khusus: Modul ini dapat disesuaikan untuk mengakomodasi peserta didik dengan gaya belajar yang beragam (visual, auditori, kinestetik) melalui penyediaan berbagai media dan metode pembelajaran.

Model Pembelajaran

Berbasis Proyek (Project-Based Learning)

Silahkan login untuk membaca Modul Ajar Teknik Sepeda Motor - Identifikasi Potensi Bahaya Fisik di Bengkel Sepeda Motor selengkapnya

Login Masuk dengan belajar.id Masuk dengan belajar.id
Filter Berdasarkan Tingkat