MODUL AJAR : AGRIBISNIS PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN - Penerapan Sistem Keamanan Pangan dalam Pengolahan Hasil Pertanian
Tingkat: SMK/MAK
Kelas: 11,12
Topik : Penerapan Sistem Keamanan Pangan dalam Pengolahan Hasil Pertanian
Penyusun:
Wiwik Iryanti
Tanggal Dibuat: 07 Feb 2026
Profil Lulusan
- Keimanan dan Ketakwaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa
- Kewargaan
- Penalaran Kritis
- Kreativitas
- Kolaborasi
- Kemandirian
- Kesehatan
- Komunikasi
Sarana dan Prasarana
- Ruang Kelas: Ruang kelas yang nyaman dengan pencahayaan dan ventilasi yang baik.
- Perangkat Proyeksi: LCD Proyektor dan layar untuk presentasi materi dan penayangan video.
- Perangkat Komputer: Laptop atau komputer yang terhubung ke internet untuk akses sumber belajar daring dan simulasi.
- Papan Tulis: Whiteboard dan spidol untuk diskusi dan penjelasan.
- Akses Internet: Jaringan internet stabil untuk riset, mengunduh bahan ajar, dan mengakses regulasi terbaru.
- Perangkat Lunak: Aplikasi pengolah kata/presentasi (MS Office/Google Workspace) dan potensi software simulasi/template HACCP/GMP.
- Contoh Dokumen: Spesifikasi produk, Standar Nasional Indonesia (SNI), regulasi BPOM, contoh SSOP, SOP GMP, formulir monitoring, dan rencana HACCP dari produk olahan pertanian.
- Laboratorium Pengolahan: Fasilitas laboratorium atau bengkel pengolahan hasil pertanian (jika memungkinkan) untuk simulasi praktik dan observasi.
- Alat Uji Sederhana: pH meter, refraktometer (jika relevan), timbangan, dan alat inspeksi visual untuk praktik sederhana di lab.
- Alat Tulis: Buku catatan, pulpen, pensil, dan perlengkapan lainnya untuk peserta didik.
- Bahan Bacaan: Buku teks, modul, jurnal ilmiah, dan artikel terkait keamanan pangan dan pengolahan hasil pertanian.
Target Peserta Didik
Modul ajar ini dirancang untuk peserta didik SMK/MAK Jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) Kelas 11 dan 12.
- Peserta Didik Reguler/Tipikal: Mayoritas peserta didik yang tidak memiliki kesulitan dalam mencerna dan memahami materi.
- Peserta Didik dengan Kesulitan Belajar: Peserta didik yang membutuhkan bimbingan lebih intensif, strategi belajar yang bervariasi, atau materi pendukung tambahan untuk mencapai tujuan pembelajaran.
- Peserta Didik dengan Pencapaian Tinggi: Peserta didik yang memiliki kecepatan belajar di atas rata-rata dan mampu menguasai konsep lebih cepat, sehingga memerlukan tantangan atau proyek pengayaan.
Jumlah peserta didik disesuaikan dengan kapasitas kelas dan kebijakan sekolah.
Model Pembelajaran
Berbasis Masalah (Problem-Based Learning / PBL)
Silahkan login untuk membaca Modul Ajar Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian - Penerapan Sistem Keamanan Pangan dalam Pengolahan Hasil Pertanian selengkapnya
Login
Masuk dengan belajar.id