CAPAIAN PEMBELAJARAN PAUD
Tingkat: PAUD
Jumlah JP: 900
Rasional
Capaian Pembelajaran PAUD atau disebut juga fase fondasi disusun dengan mempertimbangkan beberapa rasional:
Pertama, Capaian Pembelajaran di PAUD mencerminkan nilai karakter yang tertuang di dalam 8 dimensi profil lulusan, serta kompetensi yang tertuang di dalam Standar Kompetensi Lulusan untuk Anak Usia Dini (atau Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak - STPPA), yang merupakan landasan atau fondasi sebelum membangun kemampuan yang lebih kompleks pada jenjang pendidikan selanjutnya. Rumusan Capaian Pembelajaran dibuat fleksibel untuk memberikan lebih banyak ruang kemerdekaan bagi satuan PAUD dalam merancang tujuan pembelajaran yang mencerminkan visi dan misinya. Beragam keadaan sosial, budaya, ekonomi, dan sumber daya masyarakat Indonesia adalah sinyal...
Capaian Pembelajaran sesuai KEPUTUSAN KEPALA BSKAP NOMOR 046/H/KR/2025 TENTANG CP BARU
Karakteristik
1. Karakteristik Lingkup Capaian Pembelajaran Karakteristik lingkup Capaian Pembelajaran Fase Fondasi berbeda dengan karakteristik lingkup Capaian Pembelajaran untuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Lingkup Capaian Pembelajaran Fase Fondasi berisikan sejumlah kompetensi yang dapat diibaratkan serupa dengan sejumlah mata pelajaran yang ada pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Capaian Pembelajaran bagi anak usia dini perlu membangun enam aspek perkembangan berikut: nilai agama dan akhlak mulia, fisik motorik, kognitif, sosial emosional, bahasa, dan nilai Pancasila. Keenam aspek ini kemudian dirumuskan menjadi tiga elemen di dalam Capaian Pembelajaran Fase Fondasi yang dirumuskan secara terintegrasi. Capaian Pembelajaran dalam pengelompokannya disebut elemen agar satuan PAUD memahami bahwa pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut dapat dilakukan secara holistik (walaupun juga dapat saja satuan PAUD memilih untuk mengorganisasikan pembelajarannya berdasarkan area kemampuan, seperti literasi, fisik motorik, matematika, agama dan budi pekerti, seni, dan seterusnya). Hal yang utama, seluruh rancangan pembelajaran menempatkan murid sebagai pelaku aktif (“bermain adalah belajar”). Gambar 1. Elemen Capaian Pembelajaran Fase Fondasi Rumusan kemampuan yang perlu dimiliki oleh murid pada akhir PAUD disajikan dalam bentuk narasi sehingga dipahami sebagai kalimat utuh. Saat disajikan dalam kalimat utuh, satuan PAUD berkesempatan untuk memaknai kompetensi yang perlu dibangun sebagai satu informasi. Capaian pembelajaran PAUD juga dirancang agar dapat mengasah berbagai aspek perkembangan secara bersamaan tanpa harus menyekat bahwa satu kegiatan hanya mengasah satu aspek perkembangan saja. Capaian pembelajaran di PAUD juga dirancang agar murid memiliki fondasi yang kokoh dalam hal berpikir kritis, kreatif, dan ragam kemampuan dan pemahaman dasar lainnya. Jauh lebih mendalam dari sekedar pemberian stimulasi berdasarkan aspek perkembangan. 2. Karakteristik Pembelajaran PAUD Pendidik perlu memahami dan menerapkan karakteristik pembelajaran yang perlu terjadi agar tujuan Capaian Pembelajaran Fase Fondasi tercapai. Karakteristik pembelajaran sebagai berikut. a. Interaksi dengan murid yang mencerminkan rasa menghargai dan menghormati murid. b. Kegiatan pembelajaran dirancang untuk mendorong rasa ingin tahu murid dan memberikan pengalaman yang menyenangkan agar tercapainya tujuan pembelajaran. c. Perancangan kegiatan pembelajaran memperhatikan laju perkembangan, minat, dan kebutuhan murid yang berbeda. d. Penyusunan tujuan pembelajaran mampu memunculkan tantangan bagi murid. e. Pencapaian tujuan pembelajaran dilakukan dengan pemberian bimbingan dan dukungan pada murid. f. Pencapaian tujuan pembelajaran dilakukan melalui kemitraan dengan keluarga. g. Pemanfaatan lingkungan dan teknologi sebagai sumber belajar. h. Pelaksanaan asesmen selalu bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran selanjutnya. i. Penerapan asesmen dilakukan dengan cara autentik (mengamati perilaku/kemampuan murid secara alami dan apa adanya yang ditampilkan murid), sehingga lebih adil dalam mendokumentasikan perilaku dan kemampuan yang teramati. Penerapan karakteristik tahapan perkembangan anak pada pembelajaran di PAUD: Dalam merancang pembelajaran, kurikulum PAUD menempatkan karakteristik perkembangan anak sebagai referensi dalam merancang pembelajaran, bukan tujuan. Tahapan perkembangan anak secara umum tetap sangat perlu untuk diketahui oleh pendidik, utamanya untuk merancang cara belajar yang sesuai dengan kebutuhan murid sesuai tahapan usianya.
Elemen Terkait
Elemen | Deskripsi | Capaian Pembelajaran |
---|---|---|
Nilai Agama | Nilai Agama pada konteks PAUD meliputi kemampuan murid dalam mengenal konsep hubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa serta kebiasaan praktik ibadah agama atau kepercayaannya. | Murid percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai pencipta dirinya, makhluk lain dan alam, serta mulai mengenal dan mempraktikkan ajaran pokok sesuai dengan agama dan kepercayaannya. |