CAPAIAN PEMBELAJARAN SOSIOLOGI
Tingkat: SMA/MA
Jumlah JP: 830
Rasional
Indonesia adalah negara yang memiliki keanekaragaman ras, suku bangsa, agama, bahasa, dan tradisi. Keberagaman merupakan ciri dari masyarakat multikultural. Masyarakat multikultural adalah masyarakat yang mengedepankan kesetaraan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Keberagaman bangsa Indonesia merupakan potensi yang dapat digunakan untuk mendorong kemajuan dan pembangunan. Semangat kesetaraan dalam perbedaan menjadi pondasi terpenting dalam hidup berbangsa dan bernegara. Namun, jika perbedaan tersebut tidak dikelola dengan baik, dapat mengakibatkan potensi konflik sosial. Dinamika konflik sosial yang terjadi menjadi keprihatinan yang mendalam. Fenomena tersebut membawa perubahan sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Hal tersebut, jika tidak diantisipasi, mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.
Kemajuan teknologi mengubah...
Capaian Pembelajaran sesuai KEPUTUSAN KEPALA BSKAP NOMOR 046/H/KR/2025 TENTANG CP BARU
Karakteristik
Sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang masyarakat, dinamika sosial, interaksi sosial, dan segala akibat yang ditimbulkannya. Sosiologi penting untuk dipelajari sebagai bekal pengetahuan, bersikap, dan berperilaku dalam kehidupan sehari-hari. Tumbuhnya kesadaran akan identitas diri dalam hubungan dengan kelompok sosial dalam konteks lingkungan masyarakat penting dikembangkan. Demikian pula, kepedulian terhadap masalah-masalah sosial termasuk memahami konflik sosial dan kekerasan yang terjadi di masyarakat. Kemampuan murid sebagaimana ditunjukkan dalam keterampilan sosialnya dalam menjalin kerjasama, melakukan tindakan kolektif memecahkan masalah-masalah sosial budaya, dan membangun kehidupan sosial sangat diharapkan. Karakteristik mata pelajaran Sosiologi di tingkat SMA tidak hanya berfokus pada pemahaman konseptual, tetapi juga pada penguatan keterampilan berpikir kritis dan kemampuan analisis terhadap fenomena sosial yang terjadi di sekitar murid. Karakteristik kedua mata pelajaran Sosiologi, yaitu bersifat aplikatif. Sosiologi memiliki karakteristik aplikatif, yang berarti ilmu ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk memahami dan menyelesaikan berbagai masalah sosial. Sosiologi digunakan dalam analisis sosial untuk mengkaji fenomena, seperti kemiskinan, konflik antar kelompok, dan perubahan sosial, serta berperan dalam merancang kebijakan guna mengatasi ketimpangan dan diskriminasi. Selain itu, metode penelitian empiris, seperti observasi dan wawancara menjadikan Sosiologi relevan dalam memahami dinamika masyarakat. Penerapannya juga terlihat dalam berbagai bidang pekerjaan, seperti advokasi sosial, kebijakan publik, dan sumber daya manusia. Sosiologi membentuk murid agar mampu melihat keterkaitan antara individu dan struktur sosial serta menyadari peran mereka dalam membangun masyarakat yang lebih inklusif dan berkeadaban. Selain itu, karakteristik interdisipliner dalam Sosiologi memungkinkan murid mengaitkan ilmu ini dengan bidang lain, seperti ekonomi, politik, budaya, dan teknologi sehingga mereka memiliki perspektif yang lebih luas dalam memahami perubahan sosial. Pendekatan ini tidak hanya membangun kepekaan sosial, tetapi juga membekali murid dengan keterampilan komunikasi, kolaborasi, serta kemampuan mengambil keputusan yang berbasis pada data dan refleksi kritis. Dengan demikian, Sosiologi tidak hanya menjadi mata pelajaran akademik, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter dan kompetensi sosial yang esensial bagi kehidupan bermasyarakat. Mata pelajaran Sosiologi menekankan kemampuan murid untuk mempraktikkan pengetahuan Sosiologi dalam merespon peristiwa kehidupan sehari-hari. Pemahaman atas pengetahuan tersebut mewujud dalam kemampuan murid untuk berpikir kritis, analitis, adaptif, dan kolaboratif untuk menumbuhkan kesadaran individu dan kolektif dalam masyarakat yang beragam. Selain itu, murid juga diharapkan memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap masalah-masalah sosial dan budaya. Hal ini mencerminkan tanggung jawab murid sebagai anggota masyarakat dan sebagai warga negara. Apalagi perubahan sosial dan budaya terjadi secara signifikan di seluruh sektor kehidupan masyarakat. Perubahan tersebut, dapat dilihat dari fenomena berbagai isu dan masalah sosial-budaya yang sedang terjadi. Fenomena tersebut antara lain, revolusi teknologi, perubahan iklim, keadilan sosial, kesetaraan gender, dan pengaruh budaya asing. Untuk itu, diperlukan kemampuan berpikir sosiologis untuk memahami permasalahan tersebut. Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran Sosiologi adalah sebagai berikut.
Elemen Terkait
Elemen | Deskripsi | Capaian Pembelajaran |
---|---|---|
Pemahaman konsep | Pemahaman konsep dalam mata pelajaran Sosiologi meliputi definisi, prinsip, prosedur, dan mekanisme hasil dari interaksi manusia. Pemahaman ini menekankan pada penguasaan materi secara holistik dan kontekstual dengan mempelajari permasalahan sosial, upaya penyelesaian masalah sosial berperspektif pemberdayaan, konflik dan integrasi sosial, prinsip kesetaraan dalam perbedaan sosial untuk mewujudkan masyarakat multikultural yang terus mengalami perubahan sosial budaya di tengah derasnya teknologi dan globalisasi. Kemampuan pemahaman murid tidak hanya terlihat pada kemampuan pemahaman, tetapi juga kemampuan menerapkan pemahaman konsep dan merefleksikan fenomena yang menjadi objek kajian Sosiologi dalam praktik kehidupan sehari-hari. | 1. Pemahaman Konsep Murid mampu: Berpikir kritis dan kreatif dalam mengkaji fenomena Sosiologi. Melakukan kajian literasi terhadap fenomena sosial, serta menganalisis, menyajikan, melaporkan, dan mengomunikasikan hasil kajian tersebut. Menunjukkan sikap berkesadaran sebagai warga yang baik. Menghasilkan proyek inovatif terkait fenomena sosial dalam bentuk digital maupun nondigital. Kompetensi ini terbentuk setelah murid: Menganalisis berbagai permasalahan sosial, konflik, dan integrasi sosial yang terjadi di masyarakat. Menyusun pemecahan masalah sosial melalui perspektif pemberdayaan. Menerapkan prinsip kesetaraan dalam perbedaan sosial untuk mewujudkan masyarakat multikultural. Menganalisis hubungan antara perubahan sosial dalam kelompok/komunitas dan globalisasi. |