Helen Parkhurst: Pendiri sistem Dalton dalam pendidikan individual.

Helen Parkhurst: Pendiri sistem Dalton dalam pendidikan individual.

Helen Parkhurst: Pendiri Sistem Dalton dalam Pendidikan Individual

Dalam lanskap sejarah pendidikan, nama Helen Parkhurst (1887-1973) bersinar sebagai seorang inovator dan pembaharu yang berani menantang konvensi demi kepentingan individualitas peserta didik. Ia adalah arsitek di balik Sistem Dalton, sebuah pendekatan revolusioner yang menempatkan kebebasan, tanggung jawab, dan pembelajaran individual sebagai inti dari proses pendidikan. Kontribusinya telah meninggalkan jejak yang tak terhapuskan pada pedagogi modern, membuka jalan bagi metode pembelajaran yang lebih personal dan berpusat pada siswa.

Latar Belakang dan Inspirasi Awal

Lahir di Wisconsin, Amerika Serikat, Helen Parkhurst memulai karirnya sebagai seorang guru pada awal abad ke-20. Pengalamannya di kelas tradisional membuatnya merasa tidak puas dengan sistem yang kaku dan seragam, yang cenderung mengabaikan perbedaan kecepatan belajar, minat, dan kebutuhan unik setiap siswa. Ia mengamati bahwa sistem "satu ukuran untuk semua" sering kali menghambat potensi anak-anak, membuat mereka bosan atau tertinggal.

Parkhurst sangat terinspirasi oleh gerakan pendidikan progresif pada masanya, termasuk karya John Dewey yang menekankan pembelajaran melalui pengalaman, serta metode Maria Montessori yang berfokus pada kemandirian dan lingkungan belajar yang disiapkan. Namun, Parkhurst memiliki visinya sendiri untuk menciptakan sistem yang lebih fleksibel dan adaptif, terutama untuk siswa usia sekolah dasar hingga menengah atas, di mana kurikulum menjadi lebih kompleks dan terstruktur.

Kelahiran Sistem Dalton

Pada tahun 1919, Helen Parkhurst berkesempatan untuk menguji coba ide-idenya di sebuah sekolah menengah atas di Dalton, Massachusetts, sebuah kesempatan yang kemudian memberinya nama "Sistem Dalton." Tujuannya adalah untuk menciptakan lingkungan belajar di mana siswa dapat bekerja sesuai dengan kecepatan mereka sendiri, mengambil tanggung jawab atas pembelajaran mereka, dan mengembangkan keterampilan kolaborasi.

Parkhurst menyadari bahwa kelas yang diatur secara tradisional dengan guru sebagai pusat perhatian dan semua siswa melakukan hal yang sama pada saat yang sama adalah tidak efisien dan tidak manusiawi. Ia membayangkan sebuah sekolah yang lebih mirip dengan laboratorium atau studio, di mana siswa dapat "bekerja" secara mandiri atau dalam kelompok kecil, dengan guru sebagai fasilitator dan sumber daya, bukan hanya penyampai informasi.

Prinsip-Prinsip Utama Sistem Dalton

Sistem Dalton didasarkan pada tiga prinsip fundamental:

  1. Kebebasan (Freedom): Siswa diberikan kebebasan untuk memilih urutan pekerjaan mereka dan kecepatan belajar mereka sendiri, dalam kerangka kurikulum yang telah ditetapkan. Mereka belajar untuk mengatur waktu dan sumber daya mereka.
  2. Pembelajaran Individual (Individual Study): Fokus utama adalah pada kemajuan individual siswa. Setiap siswa menerima "kontrak" atau "penugasan" untuk periode tertentu (misalnya, satu bulan) yang mencakup seluruh mata pelajaran.
  3. Kerja Sama dan Interdependensi (Cooperation and Interdependence): Meskipun penekanannya pada pembelajaran individual, siswa didorong untuk bekerja sama, saling membantu, dan berbagi pengetahuan. Lingkungan kelas dirancang untuk memfasilitasi interaksi sosial dan kolaborasi.

Untuk mendukung prinsip-prinsip ini, Sistem Dalton menerapkan beberapa fitur struktural:

  • Kontrak atau Penugasan (The Contract/Assignment): Ini adalah inti operasional Sistem Dalton. Setiap siswa menerima kontrak bulanan yang menguraikan semua tugas yang harus diselesaikan dalam berbagai mata pelajaran. Siswa bertanggung jawab untuk menyelesaikan kontrak ini dalam batas waktu yang ditentukan, tetapi dengan kebebasan untuk mengatur jadwal mereka sendiri.
  • Laboratorium Mata Pelajaran (Subject Laboratories): Daripada ruang kelas tradisional, sekolah Dalton terdiri dari "laboratorium" untuk setiap mata pelajaran (misalnya, Laboratorium Matematika, Laboratorium Sejarah, Laboratorium Bahasa). Setiap laboratorium dilengkapi dengan sumber daya yang relevan dan diawaki oleh guru spesialis yang siap memberikan bantuan individual, menjelaskan konsep, dan mengevaluasi pekerjaan siswa.
  • Pembelajaran Mandiri dan Kelompok (Individual and Group Work): Siswa menghabiskan sebagian besar waktu mereka di laboratorium mata pelajaran, bekerja secara mandiri pada kontrak mereka. Namun, ada juga waktu yang dialokasikan untuk pertemuan kelompok, diskusi, dan proyek kolaboratif yang dipimpin oleh guru atau siswa.
  • Sistem Pencatatan Kemajuan (Progress Record System): Baik siswa maupun guru memiliki catatan kemajuan yang jelas untuk memantau penyelesaian kontrak dan perkembangan belajar siswa. Ini membantu siswa melacak kemajuan mereka sendiri dan guru untuk mengidentifikasi area di mana siswa mungkin memerlukan dukungan tambahan.

Dampak dan Warisan

Sistem Dalton dengan cepat menarik perhatian global. Metode ini menyebar ke seluruh dunia, termasuk Inggris, Belanda, Jepang, Tiongkok, dan Uni Soviet (sebelumnya), di mana ia diadaptasi dan diimplementasikan di berbagai sekolah. Popularitasnya menunjukkan adanya kebutuhan universal akan pendidikan yang lebih fleksibel dan berpusat pada siswa.

Meskipun penerapannya bervariasi dan tidak selalu tanpa tantangan, Sistem Dalton telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pemikiran pedagogis. Ini menyoroti pentingnya:

  • Personalisasi Pembelajaran: Mengakui bahwa setiap siswa memiliki jalur belajarnya sendiri.
  • Pengembangan Kemandirian: Mendorong siswa untuk mengambil inisiatif dan tanggung jawab atas pembelajaran mereka.
  • Peran Guru sebagai Fasilitator: Menggeser peran guru dari penyampai informasi menjadi pembimbing dan konsultan.
  • Lingkungan Belajar yang Fleksibel: Menciptakan ruang di mana siswa dapat bergerak dan berinteraksi secara dinamis.

Banyak elemen dari Sistem Dalton dapat dilihat dalam praktik pendidikan modern saat ini, seperti pembelajaran berbasis proyek, kurikulum yang diferensiasi, fleksibilitas dalam jadwal siswa, dan penekanan pada pengembangan keterampilan abad ke-21 seperti manajemen diri dan kolaborasi.

Kesimpulan

Helen Parkhurst adalah seorang visioner yang melalui Sistem Dalton, berhasil menciptakan sebuah kerangka pendidikan yang berani pada masanya dan tetap relevan hingga kini. Dengan menempatkan kepercayaan pada kemampuan siswa untuk belajar secara mandiri dan bertanggung jawab, ia membuka jalan bagi pendekatan pedagogis yang memberdayakan individu. Warisan Sistem Dalton adalah pengingat abadi bahwa pendidikan terbaik adalah pendidikan yang menghormati keunikan setiap anak, mempersiapkan mereka bukan hanya dengan pengetahuan, tetapi juga dengan keterampilan untuk menjadi pembelajar seumur hidup yang mandiri dan bertanggung jawab.

Komentar (0)

Silakan login terlebih dahulu untuk menulis komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Promo
mari buat perangkat pembelajaran Anda dengan 200 poin gratis.