Profil Guru

Nurul Kafi

Nurul Kafi


,
Loyalty Badge

Guru Pertama


Artikel Inspiratif

How to Explain Pictures to a Dead Hare oleh Joseph Beuys: Seni sebagai Ritual dan Pencerahan

How to Explain Pictures to a Dead Hare oleh Joseph Beuys: Seni sebagai Ritual dan Pencerahan How to Explain Pictures to a Dead Hare oleh Joseph Beuys: Seni sebagai Ritual dan Pencerahan Joseph Beuys (1921-1986) adalah salah satu seniman paling provokatif dan berpengaruh di abad ke-20, dikenal karena karya-karyanya yang...

Baca Selengkapnya
Jaga Kesehatan Mental: 7 Cara Praktis Atasi Cemas & Overthinking Tiap Hari

Jaga Kesehatan Mental: 7 Cara Praktis Atasi Cemas & Overthinking Tiap Hari Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, perasaan cemas dan kebiasaan overthinking atau terlalu banyak berpikir seringkali menjadi tamu tak diundang yang menetap di benak kita. Studi menunjukkan bahwa banyak orang dewasa mengalami tingkat kecemasan yang bervariasi, dari yang...

Baca Selengkapnya
Gunakan piring kecil untuk kontrol porsi makan.

Gunakan Piring Kecil untuk Kontrol Porsi Makan Dalam perjalanan menuju gaya hidup yang lebih sehat, salah satu tantangan terbesar yang sering dihadapi adalah mengelola porsi makan. Terlalu sering, kita cenderung mengisi piring hingga penuh, bahkan saat kita tidak benar-benar lapar. Kebiasaan ini tidak hanya berkontribusi pada penambahan berat badan, tetapi...

Baca Selengkapnya
Guru Multitalenta: Ubah Passion Mengajar Jadi Peluang Wirausaha Cuan

Guru Multitalenta: Ubah Passion Mengajar Jadi Peluang Wirausaha Cuan Profesi guru seringkali dipandang sebagai pekerjaan mulia dengan gaji yang pas-pasan. Namun, di balik dedikasi dan kesabaran dalam mendidik, banyak guru ternyata memiliki segudang talenta dan passion di luar dunia mengajar. Bakat-bakat tersembunyi ini, jika diasah dan dikelola dengan tepat, bukan...

Baca Selengkapnya
Bagaimana Guru Bisa Menggunakan Why? Sebanyak 5 Kali untuk Menyelami Akar Pemikiran Siswa untuk Pembelajaran Mendalam

Dalam lanskap pendidikan modern, tantangan terbesar bagi guru bukan lagi sekadar menyampaikan informasi, melainkan memastikan siswa benar-benar memahami, menginternalisasi, dan mampu menerapkan pengetahuan tersebut. Seringkali, jawaban siswa yang dangkal atau kesalahan berulang mengindikasikan adanya celah dalam pemahaman inti yang tidak terlihat di permukaan. Di sinilah kekuatan pertanyaan "Mengapa?" menjadi sangat...

Baca Selengkapnya